Langsung ke konten utama

RAHASIA di Balik Nama Tulungagung: 3 Versi Legenda yang Memecah Sejarah! 💧 Dari Sumber Air Sakti hingga Pengkhianatan Kerajaan




 Ada dua versi cerita dalam penamaan nama Kabupaten Tulungagung.

Versi pertama adalah nama "Tulungagung" dipercaya berasal dari kata "Pitulungan Agung" (Tulang Gunung). Nama ini berasal dari peristiwa saat seorang pemuda dari Gunung Wilis bernama Joko Baru mengeringkan sumber air di Ngrowo (Kabupaten Tulungagung tempo dulu) dengan menyumbat semua sumber air tersebut dengan lidi dari sebuah pohon enau atau aren. Joko Baru dikisahkan sebagai seorang pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya, orang sekitar kerap menyebutnya dengan Baru Klinthing. Ayahnya mengatakan bahwa untuk kembali menjadi manusia sejati, Joko Baru harus mampu melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis. Namun, malang menimpanya karena tubuhnya hanya kurang sejengkal untuk dapat benar-benar melingkar sempurna. Alhasil Joko Baru menjulurkan lidahnya. Disaat yang bersamaan, ayah Joko Baru memotong lidahnya. Secara ajaib, lidah tersebut berubah menjadi tombak sakti yang hingga saat ini dipercaya sebagai "gaman" atau "senjata sakti". Tombak ini masih disimpan dan dirawat hingga saat ini oleh masyarakat sekitar.

Sedangkan, versi kedua nama Tulungagung berasal dua kata, tulung dan agung, tulung artinya sumber yang besar, sedangkan agung artinya besar. Dalam pengartian berbahasa Jawa tersebut, Tulungagung adalah daerah yang memiliki sumber air yang besar. Sebelum dibangunnya Terowongan Neyama di Tulungagung bagian selatan oleh tentara Jepang, di Tulungagung sangat mudah ditemui rawa. Pada masa lalu, karena terlalu banyaknya sumber air di sana, banyak kawasan yang tergenang air, baik di musim kemarau maupun musim hujan.

Dugaan yang paling kuat mengenai etimologi nama kabupaten ini adalah versi kedua,[butuh rujukan] penamaan nama ini dimulai ketika ibu kota Tulungagung mulai pindah ke tempat sekarang ini. Sebelumnya ibu kota Tulungagung bertempat di daerah Kalangbret dan diberi nama Kadipaten Ngrowo (Ngrowo juga berarti sumber air). Perpindahan ini terjadi sekitar tahun 1901 Masehi.


Geografi

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Kabupaten Tulungagung secara administratif adalah sebagai berikut:


Topografi

Secara topografi, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan. Kali ini sering disebut dengan Kali Parit Raya dari rangkaian Kali Parit Agung.

Iklim

Wilayah Kabupaten Tulungagung menurut klasifikasi iklim Koppen beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan di wilayah Tulungagung berlangsung pada periode November hingga April dengan bulan terbasah adalah Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 270 mm per bulan. Sedangkan, musim kemarau berlangsung pada periode Mei hingga Oktober dengan bulan terkering adalah Agustus yang curah hujan bulanannya kurang dari 20 mm per bulan. Suhu udara di wilayah Tulungagung bervariasi antara 21°–32 °C. Curah hujan tahunan di wilayah Tulungagung berkisar pada angka 1.400–1.800 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 90–120 hari hujan per tahun.

Sejarah

Pada 1205 Masehi, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.[butuh rujukan]

Di Desa Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan dia.[butuh rujukan]

Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review MyRepublic: Kecepatan Simetris 1:1 Benarkah Tercepat? Bandingkan Paket & Harga WiFi Terbaru

  Apa itu Provider Internet MyRepublic? MyRepublic adalah salah satu  provider internet terbaik  di Indonesia. My Republic menawarkan kecepatan internet yang tinggi dan stabil dengan rasio download dan upload yang seimbang, serta beragam paket dengan harga terjangkau. MyRepublic juga menawarkan layanan tambahan seperti VPN dan gaming yang lebih fokus pada kebutuhan internet. Dengan dukungan layanan pelanggan yang responsif dan berkualitas, MyRepublic menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan internet Anda. Sejarah MyRepublic Masuk ke Indonesia MyRepublic telah hadir di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. MyRepublic didirikan oleh Malcolm Rodrigues, KC Lai, dan Greg Mittman di Singapura pada tahun 2012. MyRepublic pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2014. Pada tahun 2015 MyRepublic hanya berfokus pada layanan internet berkecepatan tinggi, kemudian mulai memperluas bisnisnya dengan menawarkan layanan tambahan seperti, televisi kabel, layan...

Bendera One Piece Berkibar di HUT RI: 3 Makna Tersembunyi di Balik Protes Simbolik Generasi Muda 2025

  "Bendera hitam bergambar tengkorak topi jerami itu kini lebih banyak terlihat daripada umbul-umbul merah putih." – Komentar viral netizen, Agustus 2025 . Menjelang HUT ke-80 RI, Indonesia dihebohkan oleh gelombang pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece di rumah, truk, bahkan gedung publik. Tak sekadar ekspresi fandom, aksi ini adalah simbol protes generasi muda terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan pemerintah—dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya 1 5 11 . Jolly Roger Bukan Sekadar Tengkorak Bendera kru Monkey D. Luffy ini dalam narasi One Piece melambangkan: Pemberontakan terhadap tirani , seperti karakter "Tenryuubito" yang mencerminkan elite korup 5 11 . Solidaritas kaum tertindas (disebut nakama ), relevan dengan rasa frustasi masyarakat akan mahalnya kebutuhan pokok dan minimnya lapangan kerja 5 7 . Perlindungan bagi yang lemah : “Jika bendera Topi Jerami berkibar, tak ada yang berani jahat di wilayah itu” – kata ...
  Abolisi: Hak Istimewa Presiden yang Bisa Memicu Kontroversi! ⚖️   Abolisi: Hak rahasia Presiden hentikan proses hukum! Baca kasus koruptor bebas tanpa vonis. Bagaimana DPR terlibat? Kritik tajam aktivis!  Pernah dengar kasus koruptor tiba-tiba bebas tanpa melalui pengadilan? Atau pelaku kejahatan berat yang diampuni oleh pemegang kekuasaan tertinggi? Inilah realitas abolisi—hak prerogatif Presiden yang jarang dipahami publik, tapi sering menimbulkan debat sengit. Di balik kekuatannya yang hampir tak terbatas, tersimpan mekanisme hukum yang bisa mengubah nasib seseorang dalam sekejap. Tapi apa sebenarnya rahasia di balik hak kontroversial ini? Simak sampai tuntas! Apa Itu Abolisi? Bukan Sekadar Pengampunan Biasa! Abolisi (dari bahasa Latin abolitio = penghapusan) adalah hak konstitusional Presiden untuk menghentikan proses hukum terhadap seseorang atau kelompok sebelum putusan pengadilan dijatuhkan. Berbeda dengan amnesti atau grasi yang diberikan setela...